No comments
Jaman sekarang biaya pendidikan mahal sekali ya apalagi kalau tinggal di Ibu Kota. Oleh karena itu, perencanaan pendidikan anak di masa depan juga seharusnya sudah mulai dipikirkan sedari sekarang, apalagi usia (ku) sudah semakin dewasa dan tanggung jawab-tanggung jawab kebutuhan rumah tangga akan segera datang dan tak bisa dielakkan.



Karena itu, sedari sekarang aku juga harus mulai memikirkan pos-pos biaya untuk pendidikan anak. Karena pendidikan sangat penting buat ku. Aku bisa bertahan dan berkembang di Ibu Kota selama satu dekade ya karena pendidikan. Makanya aku sangat concern dengan pendidikan untuk anak-anakku kelak. Mereka harus mendapatkan pendidikan yang terbaik dan jangan sampai terputus di tengah jalan.

Selain perencanaan keuangan untuk pos biaya pendidikan, aku juga mulai mencari-cari informasi layanan perlindungan pendidikan anak. Salah satu yang cocok adalah layanan HappyEdu dari Happyone.id. HappyEdu ini memberikan perlindungan utama berupa santunan pendidikan serta jaminan pendidikan untuk anak-anak apabila tertanggung utama meninggal dunia. Premi dari layanan ini juga cukup terjangkau. Lebih baik menyiapkan perlindungan pendidikan anak sedari awal bukan? Jangan sampai terlambat untuk menjaga kebutuhan pendidikan untuk masa depan anak kita kelak.


HappyEdu ini diilengkapi dengan beberapa manfaat tambahan lainnya, yaitu:

  1. Santunan meninggal dunia atau cacat tetap keseluruhan akibat kecelakaan;
  2. Santunan rawat inap di rumah sakit akibat kecelakaan (minimal 5 hari dirawat berturut-turut);
  3. Tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan;
  4. Santunan biaya pemakaman.

Adapun Syarat dan Ketentuan Umum dari HappyEdu seperti ini:

  1. Berlaku 24 (dua puluh empat) jam sehari di manapun di seluruh wilayah teritorial Republik Indonesia atas risiko kecelakaan diri yang tidak dikecualikan dalam polis;
  2. Diperuntukkan bagi usia lebih dari 17 hingga 64 tahun;
  3. Periode asuransi berlaku selama 1 tahun;
  4. Memiliki anak kandung yang sah secara hukum usia 1 – 21 tahun;

Ada juga jenis perlindungan HappyEdu Micro. Yakni asuransi mikro yang memberikan perlindungan berupa santunan biaya pendidikan untuk anak apabila tertanggung utama meninggal dunia karena kecelakaan, tunjangan perlengkapan sekolah apabila tertanggung utama meninggal dunia karena kecelakaan, dan santunan biaya pemakaman karena kecelakaan.

Cara pembelian HappyEdu juga mudah tinggal pilih premi atau perlindungan yang diinginkan, mendaftar dan mengisi data diri, membayar premi yang sudah dipiluh dan polis sudah diterima melalui email atau pun via platform happyone.id.

Jadi, sudah ada pilihan perlindungan pendidikan untuk anak yang aman dan bikin happy masa depan dan pendidikan anak bukan? Tunggu apa lagi, alokasikan anggaran untuk perlindungan pendidikan anak sedari sekarang.

Sudah siap melindungi pendidikan anak di masa depan?
No comments
Setelah hampir sepuluh tahun tinggal merantau di Ibu Kota, makin hari aku semakin memikirkan untuk merencanakan memiliki tempat tinggal sendiri di kota rantau ku ini. Sepertinya, aku memang tidak bisa terlepas dari Kota Jakarta ini, kota yang katanya kejam seperti ibu tiri, tapi nyatanya aku aku tak bisa terpisahkan dari kota ini. Kota yang sudah memberikan ribuan pelajaran asam garam kehidupan.

Di usia yang semakin dewasa ini, merencanakan tempat tinggal impian di Kota Jakarta akan menjadi daftar resolusi 2019 deh. What next? Mikirin jenis tempat tinggal seperti apa yang jadi impian, merencanakan budgetingnya dan mikirin pula perlindungan tempat tinggal impian masa depan ini.

Thinking of Happy Home for (Our) Future Life

Tempat tinggal impian yang ada di benakku sejak dulu adalah, rumah minimalis dengan nuansa warna pastel, dilengkapi dengan perpustakaan mini di sudut ruang tamu, serta ruang kerja yang santai nan nyaman, tak lupa taman kecil yang memberikan suasana asri dilengkapi dengan ayunan. Tempat tinggal yang ku impikan sejak dulu, untuk masa depan (kita) ke depan?

Gambaran tempat tinggal sudah ada, selanjutnya rencanakan budget-nya untuk bisa merealisasikan tempat tinggal impian ini. Salah satu cara yang ku lakukan ya menyisihkan sebagaian pendapatan untuk pos rumah impian. Tak lupa, rajin mencari informasi properti dan perumahan yang cocok dengan rencana tempat tinggal impian dan budget.

Sebagai seorang wanita karir yang mungkin lebih banyak menghabiskan waktuku di luar dengan segudang pekerjaan dan project aku juga tak mau melalaikan perlindungan tempat tinggal impian dari hal-hal buruk, misalnya saja kebakaran. Nah, salah satu perlindungan yang bisa kita pilih untuk perlindungan tempat tinggal ya layanan HappyHome dari Happyone.id

HappyHome akan memberikan perlindungan rumah kita dari akibat terjadinya FLEXAS atau Fire, Lightning, Explosion, Impact of Aircraft and Smoke. Jadi semakin tenang kan sama perlindungan rumah dari HappyHome.
No comments
Minggu, 27 Januari 2019 rasanya menjadi hari yang penuh dengan sentuhan kemanusiaan dalam agendaku di awal tahun 2019 ini. Bagaimana tidak? Di hari Minggu pagi, aku sudah beranjak dari kosan menuju Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Panti ini adalah tempat yang diurus oleh Bu Tuti beserta rekan-rekannya untuk menangani saudara-saudara kita yang mengalami tuna grahita, atau keterbelakangan mental. Dan, naasnya, mereka ditemukan di jalanan Ibu Kota, tanpa memiliki ingatan tentang keluarga dan dari mana mereka berasal.

Dari kunjungan ini, aku merasa harus terus bersyukur atas kesehatan mental dan kewarasan yang masih diberikan Tuhan untukku. Kunjungan ini juga mengajarkan ku secara langsung bahwa rasa kemanusiaan untuk terus membantu sesama tanpa pandang bulu harus terus dipupuk. 

Tak berselang lama dari kunjungan bakti sosial ke Panti Sosial Bina Laras Sentosa 2, aku pun diberikan kesempatan lagi untuk belajar mengasah dan membangun kemanusiaan lewat Jakarta Humanity Festival yang diselenggarakan Dompet Dhuafa di Loop Station, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan. Ada beberapa cerita dan kisah-kisah menarik tentang "Kemanusiaan Millenial" di sini.

Suasana pertama yang ku temui ketika melangkahkan kaki ke area pameran "Humanity Exposure" adalah suasana dan cerita bencana di balik pameran foto-foto bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia belakangan ini. Deretan foto yang terpampang di dinding-dinding menceritakan kita bagaimana suasana kebencanaan di Palu, Sigi dan Donggala, Lampung dan Banten, bencana di Sukabumi dan bagaimana respon dan recovery tim dan relawan Dompet Dhuafa di lokasi kebencanaan.


Pendidikan Kemanusiaan Sedari Dini

Selain, cerita-cerita kebencanaan yang digambarkan melaui deretan foto, ada momen-momen langsung yang patut direkam dan ku ingat. Salah satunya adalah pendidikan kemanusiaan sedari dini untuk anak-anak kita kelak. Sore itu, aku melihat seorang Bapak yang menggendong anak balitanya mengunjungi pameran Jakarta Humanity Festival, dan memperlihatkan foto-foto kebencanaan pada sang balita. Sang bayi pun memandangi foto-foto itu dengan khidmat. Betapa, pendidikan kemanusiaan pun harus diajarkan sedari dini, agar kelak anak-anak kita semua bisa mengerti dan memahami pentingnya kemanusiaan.


Antusiasme Millenial di Area Humanity Exposure

Kata siapa kaum milenial kurang peka dengan isu kemanusiaan? Dari sekian banyak pengunjung Jakarta Humanity Festival yang ku temui di Jakarta Loop Station, sebagian besar adalah kelompok milenial. Entah, apa pun motif di balik kunjungan mereka. Paling tidak, mereka sudah bergerak, menghampiri dan memberikan perhatian pada kegiatan ini. Sebuah, benih-benih rasa kemanusiaan yang ku lihat dari kelompok milenial yang juga harus terus dipupuk.


Apalagi yang paling membahagiakan sore itu? Memupuk rasa kemanusiaan diri sendiri bersama "someone special (to be)." 

Di penghujung acara Jakarta Humanity Festival, Dompet Dhuafa pun menggandeng para public figure milenial yang concern dengan isu-isu kemanusiaan dan sudah turut mendukung Dompet Dhuafa selama ini. Enaw, Senar Senja, Chikita Fawzi, Hanggini dan yang paling ku tunggu Mas Is menyumbangkan lagu-lagu dan karya mereka untuk donasi kemanusiaan Jakarta Humanity Festival. 

Mas Is on stage Sound of Humanity - Jakarta Humanity Festival

Alunan irama dan lagu kemanusiaan dinyanyikan malam ini di atas panggung Sound of Humanity. Mas Is tampil di penghujung acara Sound of Humanity dengan lagu-lagu yang ku nanti! Malam itu, dia bisa menyihir kami dalam alunan-alunan lagunya dan mendorong kami untuk jangan takut memberi dan berbagi untuk kemanusiaan. Sisihkanlah sebagian dari apa yang kita punya, tak peduli seberapa besar yang kita beri, itu akan menjadi sangat berarti dan berharga bagi mereka yang membutuhkan dan menerima bantuan. Golongan milenial yang lekat dengan gadget dan teknologi pun sudah semakin dimudahkan dengan layanan donasi Dompet Dhuafa via GO-PAY! Sudah semakin mudah untuk berbagi bukan? 

Donasi Dompet Dhuafa via GO-PAY