No comments
Siapa bilang Manado cuma punya satu ‘surga dunia’, yaitu Taman Laut Bunaken, bagi para diver maupun traveler? Di beberapa lokasi lainnya, Manado ternyata masih memiliki pulau-pulau cantik yang keeksotisannya mengundang para diver dan traveler dari berbagai negara. Eksotika yang disimpan pulau-pulau ini pun bahkan mampu menyaingi Raja Ampat yang terletak di Papua.

Bagi kamu, para traveler, yang juga menyukai kegiatan diving, kamu tak boleh melewatkan beberapa spot cantik berikut ini ketika berlibur ke Manado. Karena, dengan berkunjung ke beberapa pulau tersembunyi di Manado ini, kamu tak hanya bisa berlibur, tapi juga berpuas hati menjelajahi dunia bawah laut yang begitu memukau. Penasaran di mana saja pulau-pulau tersebut? Berikut ulasan singkatnya.

1Pulau Lembeh
Sumber: AZWisata.com
Pulau Lembeh, merupakan salah satu pulau cantik yang tersembunyi di Manado.  Cukup menempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Manado, kamu sudah bisa menikmati spot yang memiliki keeksotisan yang tak ternilai.

Julukan ‘surga dunianya para diver’ memang tepat untuk Pulau Lembeh. Kekayaan bawah laut yang dimilikinya menjadi daya tarik utama yang membuat Pulau Lembeh ini menjadi tujuan wisata rekomendasi di Indonesia. Beragam spesies bawah laut yang keren dan unik bisa kamu jumpai di sini, diantaranya seperti: Pygmy Seahorse, Emperor Shrimp, Nudibranch, Bumblebee Shrimp, Mkamurin Fish, Boxer Crab, dan masih banyak lagi.

Para diver maupun traveler yang sudah berpengalaman mengunjungi Pulau Lembeh berpendapat kalau, bulan Juni hingga September adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Bagi kamu yang hobi melakukan diving, maka Pulau Lembeh adalah salah satu spot yang tepat karena hanya di sini kamu bisa menjelajahi sekitar 88 spot untuk diving. Selain diving atau snorkeling, kamu juga bisa menjelajahi kawasan Pulau Lembeh dengan menyewa perahu nelayan.

2. Pulau Siladen
Sumber: initempatwisata.com
Masih dengan eksotisme yang dahsyat di Manado, berikutnya ada Pulau Siladen. Pulau Siladen sendiri masih termasuk ke dalam Taman Nasional Bunaken-Manado. Memiliki luas sekitar 31 hektar, pulau cantik berair jernih ini terletak di sebelah timur laut Pulau Bunaken.

Pesona alam yang dahsyat akan menyapa kamu begitu kamu memijakkan kaki di Pulau Siladen. Hamparan pasir putih yang halus dan kejernihan air yang memperlihatkan cantiknya terumbu-terumbu karang beserta biota laut yang ada di dalamnya dijamin akan membuat kamu berpuas hati bisa berada di Pulau Siladen. Keindahan dunia bawah lautnya juga akan memuaskan divers mana pun yang mencari ‘surga dunia bawah laut’.

Di Pulau Siladen, kamu tak hanya bisa berdiving saja, tapi juga snorkeling, fotografi bawah laut, berkeliling dengan naik perahu, dan berjemur di pasir putihnya.

Berkunjung ke sini, kamu tak perlu khawatir pula akan penginapan. Terdapat cukup banyak penginapan yang disewakan, seperti beberapa rumah penduduk hingga resort yang menawarkan fasilitas yang cukup nyaman.

3. Taman Laut Tumbak
Sumber: initempatwisata.com
Meninggalkan Pulau Siladen, masih ada Taman Laut Tumbak yang berlokasi di Desa Tumbak, Minahasa Tenggara. Membutuhkan perjalanan sekitar 3 jam dari kota Manado agar bisa sampai ke Taman Laut Tumbak. Meskipun perjalanan yang ditempuh cukup memakan waktu, semuanya akan terbayarkan dengan pesona alam dan bahari yang tersimpan di Taman Laut Tumbak ini.

Taman Laut Tumbak memiliki air laut berwarna biru yang jernih dan keanekaragaman biota laut yang memesona. Pesona bawah laut yang menawan tentu semakin menambah kepuasan kamu ketika melakukan penyelaman. Kamu bisa berselfie ria di bawah air sambil memperlihatkan indahnya dunia bawah laut di Taman Laut Tumbak. Tak hanya memiliki keindahan bawah laut, kamu juga bisa menikmati pesona alamnya dari pinggir laut.

Berlibur ke Manado dan menyempatkan diri berkunjung ke Taman Laut Tumbak, Pulau Siladen, dan Taman Laut Lembeh tampaknya akan menjadi salah satu momen liburan yang mengasyikkan. Untuk itu, jangan lupa untuk mempersiapkan segala macam perlengkapan dan barang yang mungkin akan kamu perlukan. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan waktu terbaik untuk diving supaya kegiatan penyelaman kamu lancar dan fun. Selamat menjelajahi Manado, ya..




No comments
Dua tahun belakangan ini aku sedang berkutat dengan isu-isu budaya di Nusantara. Banyak informasi dan fakta-fakta mencengangkan yang kutemukan. Siapa sangka Indonesia yang awalnya hanya familiar dengan lima pulau terbesar, memiliki 17.000 kepulauan, 1200 suku bangsa, 726 bahasa daerah dan mungkin ada ratusan ribu atau bahkan jutaaan kekayaan budaya yang tersimpan rapi dalam setiap jengkal tanah nusantara?

Sobat Budaya telah mengumpulkan 5.689 motif batik di Nusantara, 1.500 data kuliner tradisional dan 600an lagu daerah di Nusantara. Semuanya tercatat di Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) dan masih ada 33.000 data budaya lainnya yang bisa kita baca dan pelajari. Selain di PDBI, kita bisa juga mempelajari pengetahuan budaya tersebut di mobile apps; Map of Batik, Indo Muse dan Nusa Kuliner, yang bisa diunduh secara gratis di play store dan app store.

Dengan banyaknya informasi budaya yang telah terdata, kini Sobat Budaya bersama Bandung Fe Institute menuliskan sebuah buku "Kode-Kode Nusantara: Telaah Sains Mutakhir atas Jejak-jejak Tradisi di Kepulauan Indonesia." Buku ini banyak mengulas tentang pengetahuan yang tersembunyi dan sering kali terlupakan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.

Menyelami Kode-Kode Nusantara
Dalam Kode-Kode Nusantara, kita bisa menyelami filosofi, makna dan perlambangan atas simbol-simbol yang tersisip dalam setiap budaya tradisi di Nusantara. Ketika membaca buku ini, aku serasa menyelami kisah cinta Ratu Kencana kepada Sunan Pakubawana III Surakarta Hadiningrat. Ratu Kencana merasa ditinggal oleh Sunan Pakubawana III karena kesibukannya di kerajaan dan hadirnya para selir baru.

Motif Batik Truntum
Sumber
Ratu Kencana menuangkan rasa kesepian, kegalauan dan cinta kasihnya kepada Sang Sunan, melalui taburan bintang dalam kanvas langit malam dan bunga tanjung yang digambarkan menjadi kain batik truntum. Ketika Sang Sunan melihat Ratu Kencana sedang membatik di bawah langit malam yang penuh bintang, penuh semilir angin malam yang membawa harum bunga tanjung, Sang Sunan kembali jatuh hati dan jatuh cinta pada Ratu Kencana. Hingga kini, motif batik truntum menjadi sebuah perlambangan atas rasa cinta kasih, kesetiaan dan keharmonisan dalam sebuah hubungan insan manusia. Motif batik truntum ini seringkali digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa.

Fakta lain yang mencengangkan tentang batik adalah, terdapat rumus matematika fraktal dalam setiap motif batik yang dibuat oleh nenek moyang kita!
#KodeNusantara Menjadi Bukti Pentingnya Pendataan Budaya

Satu hal lain yang juga menarik perhatianku dalam buku ini adalah Situs Megalitikum Gunung Padang. Orang awam, hanya akan melihat Situs Gunung Padang sebagai hamparan batu yang ada di daerah Cianjur. Padahal Situs Gunung Padang merupakan situs megalitikum tertua di Asia, dan sesungguhnya, di balik hamparan batu ini, terdapat kumpulan batu yang merupakan jam matahari dan kumpulan batu yang dinamai batu gamelan yang menjadi sumber suara pentatonik f"-g"-d"-a. 

Situs Gunung Padang
Sumber

Bertandang Menyusuri Situs Gunung Padang
Mari, ikut menyelami dan menyusuri pengetahuan di balik kekayaan budaya tradisi kita melalui Kode-Kode Nusantara :)