No comments
Setelah merantau sejak 2009 di Ibu Kota, semakin hari aku semakin merasa pentingnya memiliki hunian sendiri di Jakarta. Kota ini menjadi kota yang punya andil besar buat ku, d  mana selama ini aku mencari ilmu, berkarir, berkarya dan mungkin melanjutkan hari-hari masa depan di sini. Aku pun sering berbicang dengan teman-teman perantau yang juga berkarir di Jakarta, mereka pun memiliki mimi yang sama. Untuk mewujudkan impian hunian sendiri tentu, kita perlu memikirkakn masak-masak perihal lokasi, tipe hunian dan budget untuk membeli huniannya.

Kebetulan sekali di momen-momen gencarnya kegiatan webinar dan aktivitas online aku ikut serta menonton acara live Instagram pengenalan hunian Apple 3 Condovilla. Hunian ini berada di kawasan Jakarta Selatan, di Lebak Bulus tepatnya, lokasi yang cukup strategis di Ibu Kota. Acara live yang dipandu Chika Jessika, Ibu Trisula dan menghadirkan Bapak Jefry Yamin hari Sabtu lalu, sangat menarik! Bapak Jefry menjelaskan kalau hunian ini bertemakan smart and healthy living untuk beradaptasi dengan tuntutan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dan cocok banget buat jadi hunian millenial!

Hunian Apple 3 Condovilla dilengkapi layanan lift tanpa sentuh dan bisa dioperasikan juga dengan smartphone. Pintu hunian pun didesain dengan layanan digital jadi tidak perlu menggunakan kunci yang berpotensi menjadi tempat bersemayamnya virus corona. New Smart & Healthy Living adalah konsep hunian yg menyelaraskan antara kenyamanan, keamanan, kemudahan serta kesehatan. Di Marketing Gallery Apple 3 sudah ada chubber box, layanan scan shut tubuh tanpa menyentuh badan, spot hand sanitizer ke tangan dan badan kita diberikan ozon cairan pembunuh kuman.



Dan yang penting dan menarik nih, pembukaan nomor urut pesanan (NUP) Condovilla ini dibanderol dengan harga Rp. 898 Juta untuk mendapatkan 2 unit! Nah, kapan lagi kan mendcapatkan hunian di Jakarta dengan nilai di bawah 1 miliar, selain menjadi hunian impian pribadi, apple 3 condovilla juga bisa kita jadikan investasi properti di masa depan.



Sabtu kemarin, 27 Juni 2020, Marketing Gallery Apple3 Condo Villa di Lebak Bulus dibuka, walaupun tidak mengadakan event sehubungan masih adanya PSBB, namun minat dan ketertarikan pembeliaan properti ini sangat tinggi, sudah lebih dari 20 NUP terdata.

Apple 3 Condovilla, berada di Jalan Raya Karang Tengah Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang hanya 5 menit menuju jalan TB. Simatupang & RA Kartini, yang tentunya hanya 5 menit dari MRT Lebak Bulus & MRT Fatmawati.



Apple 3 Condovilla adalah kerjasama dari Java Teakfurn dan Diamondland Development. Hunian ini masuk dalam kategori hunian low-rise Condovilla terdiri dari 6 tower dan masing-masing tower hanya terdiri dari 4 lantai.

Apple 3 Condo Villa, berada di atas tanah seluas 4800 m2 dekat dengan fasilitas sekitarnya seperti Sekolah Al Azkar, Al Izhar, Charitas, Citos, PIM, RS Fatmawati, RS Mayapada, tempat Ibadah dan lainnya. Adapun fasilitas dalam seperti kolam renang, jogging track, gym room, clinic, sky garden, put-put golf dan tentunya Klinik Kesehatan. 

Saat ini harga yang ditawarkan 898 Juta-an mendapat 2 unit. Dan untuk membelinya harus mengambil Nomor Urut Pesanan (NUP) senilai 3 juta untuk 1 unit. 

Info lebih lanjut ;
Trisula H. Sunita – Head of Marcomm 
Diamondland Development
trisula@diamondland.id
+62 81314 600 363
12 comments
Rasanya mungkin kita sudah bosan ya dengan self quarantine atau karantina mandiri demi mencegah penularan Covid-19 yang sudah jadi momok meresahkan, bukan hanya bagi orang-orang di Indonesia, tapi juga orang-orang di dunia. Berawal dari Kota Wuhan, China pada Desember lalu, hingga akhirnya virus ini masuk ke Indonesia di awal bulan Maret lalu.

Aku masih ingat, momen-momen kepanikan masyarakat karena virus ini sampai-sampai terjadi panic buying masker medis, hand sanitizer, sembako hingga APD (Alat Pelindung Diri), sampai-sampai harganya melangit dan langka di pasaran.

Di momen ini, aku merasa beruntung karena tinggal di mess (sekaligus menjadi Head Quarter kantor kami di Jakarta). Kami diatur oleh kantor untuk meminimalisir interaksi dengan orang-orang luar kantor selama masa self quarantine dan wajib menerapkan protokol kesehatan. Aktivitas kita pun memang diprioritaskan untuk urasan kantor saja, dan lebih baik tinggal di mess. Karena pandemi ini, aku pun jadi belajar tentang serba-serbi Covid-19 supaya paham cara-cara penularan dan cara mencegahnya. 

Rasa bosan dan jenuh pasti muncul, kami sudah menjalani self quarantine selama kurang lebih empat bulan sesak bulan Maret lalu. Untungnya, rekan-rekan kantor di mess penuh rasa kehangatan dan kekeluargaan. Sehingga, meskipun tidak bertemu dengan keluarga, teman dan sahabat selama self quarantine, aku masih bisa merasakan kehangatan bersama mereka.

Selama masa self quarantine, ada banyak hal yang ku lakukan bersama keluarga, teman-teman mess, teman kuliah, teman dan sahabat untuk melepas rasa penat dan tetap menjaga komunikasi. Berikut beberapa hal yang ku lakukan dan mungkin tetap bisa jadi pilihan selama kita menjalani self quarantine selama persiapan jelang new normal.

Netflix Party

Layanan Netflix

Jujur selama masa self quarantine, intensitasku menonton film dan series meningkat drastis! Apple TV dan Netflix jadi pilihanku buat nonton. Selain nonton sendiri, biasanya setiap akhir pekan aku juga nonton bareng sama temanku via Netflix Party. Kami sudah selesai nobar Eternal King of Monarch, dan akan dilanjutkan nobar It's Okay Not to be Okay! Yang seru dari Netflix Party, kami bisa saling mengomentari scene yang menarik dan dilanjutkan dengan obrolan-obrolan seru lainnya. Meskipun tidak bisa berjumpa, agenda mingguan Netflix Party seakan menjadi obat hang out buat kami.

Video Conference

Selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta, otomatis kegiatan perkuliahanku pun dialihkan ke belajar online. Selain belajar online, kami pun akhirnya melakukan rutinitas video conference untuk bersapa, ngobrol, dan membahas tugas-tugas yang tiada henti haha. 

Phone a Friend

Meskipun tinggal di mess dengan banyak orang, tetap saja ada masanya akan merasa sendiri dan membutuhkan teman bicara. Di saat-saat seperti ini, beruntung sekali aku memiliki beberapa teman dekat yang bisa menjadi teman ngobrol, berbagi canda tawa dan keluh kesah. Sometimes, when you feeling lonely, what you need the most is a friend to talk with. It can release our bad vibes and emotions, and we can feel better.

Masak-masakan

Wah, selama masa self quarantine, hobi masak-masakku sangat tersalurkan deh! Hampir setiap malam aku masak untuk makan malam dan bisa dibilang selama masa self quarantine hampir tidak pernah order makanan via online, hahaha. Dan setiap akhir pekan aku bersama teman-teman mess, suka masak-masak bareng dengan menu-menu yang berbeda-beda, mulai dari mie gomak batak, sushi, bibimbap, taco mexicana, opor, lasagna, spaghetti, puding, es krim, es buah, es duren dan makanan-makanan lainnya. 

Pentingkah Rapid Test Mandiri?

Lalu, setelah menjalani self quarantine selama hampir empati bulan, apakah kami otomatis negatif Covid-19? Ya belum tentu, karena ada beberapa urusan pekerjaan yang mengharuskan kami tetap pergi keluar dan juga biasanya dua bulan sekali aku pun belanja ke supermarket. Masih ada kemungkinan-kemungkinan kami terpapar dengan virus corona. Dan, akhirnya Jumat lalu, kantor kami menyelanggarakan rapid test mandiri di HQ. Syukurlah, kami semua dinyatakan negatif. Namun, kami pun akan melakukan rapid test kedua beberapa minggu ke depan untuk memastikan.

Jadi pentingkah melakukan rapid test mandiri? Menurutku perlu! Karena, ini adalah hal yang bisa upayakan sendiri untuk mengantisipasi penularan Covid-19. Jika kita terdeteksi negatif kita harus terus menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penularan. Jika kita atau keluarga terdeteksi positif, kita bisa cepat melakukan tindakan untuk uji swab, isolasi mandiri dan penanganan langsung dari tim medis. Sehingga kita bisa memutus rantai penularan Covid-19 dan bisa mempercepat penanganannya sebelum terlambat dan berakibat pada ancaman kematian.

Yang perlu kita tahu, meskipun belum 100% akurat, rapid test dengan sampel darah setidaknya dapat memberikan gambaran pola sebaran kasus Covid-19, sehingga kita pun bisa membantu pemerintah merumuskan pola tindakan di trap-tiap wilayah. Dengan demikian penanganan Covid-19 bia lebih cepat dan optimal. Dengan melakukan rapid test mandiri kita bisa turut berkontribusi mempercepat pemetaan kasus Covid-19 lho, supaya kita bisa memasuki fase new normal yang lebih aman.

Salah satu cara mudah untuk melakukan rapid test Jakarta secara mandiri, ya bisa menggunakan layanan Halodoc, layanan telemedicine yang juga sudah menjadi mitra resmi pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan secara online selama masa pandemi berlangsung. 

Layanan Halodoc


Layanan Halodoc bisa kita akses via handphone atau pun laptop. Dari layanan ini kita bisa melakukan konsultasi dengan dokter, meminta resep obat dari dokter, membeli obat serta tes Covid-19 via tes rapid dan PCR. Aku sendiri sudah pernah menggunakan layanan ini untuk konsultasi dengan dokter gigi. Menurutku layanan ini sangat praktis dan membantu di masa PSBB karena selain terintegrasi dengan tenaga medis dan apotek, Halodoc juga sudah terintegrasi dengan layanan pengantaran online dan asuransi, jadi semakin memudahkan untuk penebusan obat atau pun klaim polis asuransi kesehatan.

Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan ya guys! Mari besama-sama #LawanCovid19!