One Day Escape to Tunda Island!

Weekend itu waktunya liburaaaannn! Jalan-jalan menyambangi tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya! Kamu bingung mau liburan kemana dan ngapain aja kalau waktu dan budget-ya terbatas? Tenang, ada banyak pilihan ngetrip kok! Mau ala koper, ala ransel ala backpackeran, semuanya terserah kamu, :p

Minggu lalu aku baru aja one day trip ke Pulau Tunda dong! Terus banyak yang nanya, "one day trip? yakin bisa ngetrip cuma sehari?" Jawabannya yakin bisaaa! :)

Jadi, Pulau Tunda itu terletak di utara Pulau Jawa, tepatnya ada di wilayah Kabupaten Serang, Banten. Ga terlalu jauh kan dari Jakarta? Aku sama temen-temen Backpacker Jakarta (BPJ) berangkat dari Kampung Rambutan Sabtu malam jam 21.00 WIB naik bus tujuan Pelabuhan Merak dan turun di Mall of Serang, Banten. 

Tim Cewe BPJ ngumpul di Kp. Rambutan nih
Semua rombongan dari beberapa meeting point ngumpul di Mall of Serang dan lanjut ke Pelabuhan Karangantu naik angkot pas jam 01.30 WIB. Di Pelabuhan Karangantu ini, kita istirahat dulu sampai waktu shubuh dan lanjut menyeberang ke Pulau Tunda dengan menggunakan kapal.

Bermalam di Pelabuhan Karangantu
Selamat pagi semesta!
Langit pagi di Pelabuhan Karangantu
Nah kita berlayar nih, berlayaarrr :p menuju Pulau Tunda

Dermaga di Pulau Tunda
Selamat Datang di Pulau Tunda!


Tiba juga lah rombongan BPJ di Pulau Tunda dan saatnya kita explore pulau! Sebelum ber snokeling ria!

Foto Dulu Dong di Pulau Tunda :p
Ini namanya Jembatan Galau. Kenapa namanya Galau? Karena program pembangunan jembatan ini tidak dituntaskan oleh Pemerintah. Padahal tujuan awal pembangunan jembatan ini supaya para wisatawan bisa langsung terjun dari jembatan ke tengah laut :(

Cantik yah view Pulau Tunda dari atas Jembatan Galau :)
Nah di Pulau Tunda ini ada juga Ayunan Galau!
Kalau galau mending main ayunan ini aja biar happy! ahahahha :D

Salah satu hal yang penting dan jangan terlewat nih!
Trip partner yang asik biar liburanmu makin seru dan ga ngebosenin :P
Pohon di Pulau Tunda aja sepasang, masa kamu engga? #eh :p
Pulau Tunda
Yang kita bisa lakuin di laut Pulau Tunda? Pasti Snorkeling!
Ada banyak batu karang warna-warni!
Yang paling ku suka sih ikan-ikan nya cantik!

Momen dan Memori Rombongan BPJ di Pulau Tunda
Nah, itu dia perjalanan One Day Trip ku ke Pulau Tunda! Terbukti kan kita bisa ngetrip dengan waktu yang terbatas :). Kita balik dari Pulau Tunda jam 17.30 WIB kembali menuju Pelabuhan Karangantu. Nah budget-nya berapa ya? Murah! Kita ngetrip bareng BPJ dan semuanya share cost. Semua kebutuhan ditanggung bersama. Kita patungan biaya sebesar Rp. 160.000! Sudah termasuk biaya angkot, sewa kapal, guide, tiket masuk 4 pulau. Yang perlu kamu siapain lagi cuma biaya dari tempatmu ke Serang, aku naik bus dari Kampung Rambutan ke Serang Rp. 35.000 (berangkat), bus dari Serang ke Slipi Rp. 30.000 (pulang) dan biaya sewa alat snorkeling Rp. 35.000 (full set), kalau kamu mau main snorkelingan!

Total budget ngetrip ku ke Pulau Tunda cuma Rp. 260.000! Di luar biaya makan dan nyemil-nyemil yaaa, hahaha. Ngetrip ala backpackeran dan share cost begini dijamin lebih murah dan ga butuh waktu cuti dari kantor :p

Happy Traveling!






Kemajemukan, Kebhinekaan dan Kemerdekaan di Nusantara

Beberapa hari lagi Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekannya yang ke tujuh puluh satu. Negara dengan kemajemukan budaya yang begitu tinggi, tentu juga memerlukan sikap toleransi yang tinggi terhadap keberagaman budaya, adat dan tradisi yang hidup dan lekat di tengah-tengah masyarakat di Indonesia. Layaknya semboyan yang gue kenal sejak SD, Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda namun tetap satu jua.

Tapi, gue merasa semboyan apik dan (yang seharusnya) menjadi landasan toleransi dan harmonisasi kemajemukan Indonesia itu sudah lama redup, tenggelam, dan tak terdengar lagi beberapa tahun belakangan ini. Lo juga merasakan hal yang sama kan?

Sampai akhirnya gue mendengar lagi gaung Bhinneka Tunggal Ika yang diusung oleh organisasi-organisasi independen pro-kebebasan yang ingin mengembalikan lagi nilai-nilai kemajemukan dan toleransinya.



Malam itu,  11 Agustus 2016, gue mengenal organisasi Forum Muda Berbuat Bertanggung Jawab (Forum MBB), Liberty Studies dan Freedom Society yang mengadakan Pidato Kebebasan dan Kebudayaan yang disimbolkan dengan "Gema Bhinneka Merdeka." Organisasi-organisasi ini menilai sikap toleransi terhadap kemajemukan Indonesia kian menurun yang tentu akan menggeser eksistensi keberagaman dan nilai-nilai adat tradisi yang melekat pada kelompok-kelompok budaya minoritas.

Beberapa contoh yang terjadi adalah protes-protes yang dilakukan terhadap kelompok kesenian, kelompok adat dan pakaian adat yang dinilai tidak mencerminkan moral bangsa. Gue jadi teringat dengan kasus protes yang ditujukan kepada Bupati Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi, yang berusaha membangun kembali budaya Sunda dengan pembangunan patung-patung dan dituduh sebagai pemimpin yang sesat dan syirik.

Pandangan Arman Dhani tentang Penerimaan Adat di tengah Masyarakat Modern


Tak hanya itu, ada juga fakta bahwa beberapa Perusahaan atau Pemerintahan pun menolak calon pegawainya jika memiliki tato. Lagu bagaimana dengan masyarakat adat yang menjunjung tinggi nilai adat tato tradisi? Misalnya saja masyarakat adat dayak dan mentawai? Bagi mereka tato adalah simbol dan proses kehidupan yang harus dijalani dan menggambarkan perjalanan hidupnya dari lahir hingga meninggal? Beberapa kelompok masyarakat minoritas seperti ini terasa tidak mendapatkan toleransi ya di tengah-tengah kehidupan masyarakat modern?

Adakah UU Pelarangan Tato di Indonesia?


Berangkat dari semakin meningkatnya sikap intoleransi yang terjadi di Indonesia ini, organisasi-organisasi pro kebebasan ini mengusung "Deklarasi Aliansi Kebhinekaan." Deklarasi ini mengungkapkan pemikiran bahwa kemajemukan harus bisa diterima bersama, tanpa adanya perbedaan, seperti yang dinyatakan oleh Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) tentang pluralisme. Deklarasi ini dipimpin oleh Rudolf Dethu, pendiri Forum Muda Berbuat Bertanggung Jawab (Forum MBB) bersama dengan 23 LSM dan forum pemuda lainnya.

Deklarasi ini hendak menyatakan perlunya toleransi dan solidaritas atas keberagaman dan kemajemukan serta kebebasan menggunakan hak untuk memilih dan berbuat dengan penuh tanggung jawab. Aspirasi-aspirasi ini disampaikan melalui Pidato Kebudayaan yang disampaikan oleh Rudolf Dethu, Rocky Gerung, Ulil dan Arman Dhani.

Perbincangan malam itu juga menyinggung tentang RUU Larangan Minol (Minuman Beralkohol). Buat gue RUU ini pro-kontra. Di satu sisi, RUU ini berusaha untuk meminimalisir akibat-akibat negatif bagi seorang peminum yang tidak bertanggung jawab dan mengganggu orang lain. Namun di sisi lain, ada beberapa kelompok masyarakat yang memiliki adat tradisi minum minuman tradisional yang juga mengandung alkohol. Misalnya saja minuman tuak, lapo, ciu, arak bali, sopi, dan lapen.

Yang menarik, arak bali digunakan untuk upacara adat. Arak ini biasanya digunakan unuk menghormati para dewata yang dituangkan ke daun pisang yang kemudian dicipratkan dengan bunga. Lalu jika ada larangan Minol, akan kah arak Bali yang digunakan untuk upacara adat juga akan dilarang? Entah. Bagi gue, gue menghormati segala nilai-nilai adat dan budaya yang dianut oleh masyarakat di Indonesia. Dengan catatan kebebasan itu harus bertanggung jawab dan tidak mencederai kebebasan orang/kelompok lain.

Tradisi Minum Ciu, Tuak, Sopi, Lapen di Zaman Dulu


Pilihan gue adalah menghormati keragaman dan kemajemukan di Indonesia. Terutama keragaman dan kemajuemukan adat budayanya yang tidak bisa disamaratakan secara nasional dengan nilai-nilai dan moral-moral tertentu. Karena bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Salam Bhinneka Tunggal Ika.

Banyak Promo di A&W!


Kalau weekend, enaknya jalan-jalan sambil kulineran sama temen-temen kan. Meluapkan rasa bosan dan stres dari kerjaan yang menumpuk! Hahaha. Nah kebetulan hari Sabtu kemaren aku mau kulineran sama temen-temen, eh pas kebetulan lagi ada banyak promo di A&W!

Hari Sabtu 6 Agustus kemarin main ke Resto A&W Cipete selain mau kulineran sama temen-teman ada acara seru juga yang diselenggarian sama Management Resto A&W Cipete! Ada acara Promo A&W "National Day Promotion" dalam rangka menyamut dan merayakan Hari Kemerdekaan yang sebentar lagi akan datang :p

Selagi ada acara seru, aku ikut seru-seruan juga lah! Main tari balon sama Bela.
We just wanna make the world dance, forget about the price tag
Serius banget neng liatin Promo-promo menarik dari A&W! :p

Nah, setelah tahu ada banyak promo yang sayang kalau dilewatkan, semalam aku juga ngajakin temen-temen buat menghabiskan malam minggu di A&W! Hahaha :D. Siapa yang suka fried chicken? Kalau aku suka banget! Apalagi kulit ayam yang gurih! Pas lah di A&W aku pilih menu BFF Rooty Barrel aja, dapet 2 Golden Aroma Chicken, 2 Nasi, 2 Perkedel dan 2 Root Beer cuma Rp. 69.500! Makannya berdua Best Friend Forever :)

Ini nih menu BFF Rooty Barrel! Nyum nyum
Dinner with BFF in this Saturday Night :*
at AW Pejaten Village
Promo-promonya sayang nih kalau dilewatkan! Promo A&W ini bakal berlangsung sampai tanggal 31 Agustus 2016, sekaligus menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia loh. Nah selain National Day Promotion dengan menu BFF Rooty Barrel ada juga promo lain yang ga kalah seru! Ada juga promo A&W Rooty Picnic Barrels dengan 3 pilihan menu yang enak-enak sampai 31 Oktober 2016!

Ini nih spoiler lengkap, (spoiler tapi lengkap! apa coba?!) Promo A&W:






Rooty Picnic Barrel 1;
1 Beef Burger, 4 Chicken Chunks, 1 Nasi, 2 Root Beer. Harganya Rp. 79.000

Rooty Picnic Barrel 2;
4 Golden Aroma Chicken, 4 Chicken Chunks, 2 Nasi, 2 Rootbeer, Rp. 98.000

Rooty Picnic Barrel 3;
Duo Aroma: 3 Golden Aroma Chicken, 3 Spicy Aroma Chicken, Rp. 90.000
Selamat menikmati Promo A&W yaaa :))

Usia Perak di Kota Kendari

Ada apa dengan usia perak dan kota Kendari?

Kebetulan 17 Juli 2016 lalu, usiaku genap 25 tahun, ya usia yang dilambangkan sebagai usia perak. Konon, jika menelusuri sejarahnya, perak merupakan hadiah yang diberikan kepada pasangan untuk usia pernikahan yang memasuki umur 25 tahun. Ya, anggap saja usiaku usia perak yah :p

Sebetulnya, aku bukanlah seorang yang mengistimewakan hari ulang tahun. Namun, diusia yang kedua puluh lima aku merasakan hal yang berbeda. Memasuki dunia "yang lebih dewasa," dunia yang seharusnya lebih matang, dan dunia dengan segala kepelikannya :p,  


Dan, tanpa direncanakan, tepat di hari ulang tahunku aku berangkat ke Kendari! Sebuah hadiah dari semesta, mengantarkan ku pada cerita perjalanan yang baru.

Selamat pagi Semesta! Temani aku ke Kota Kendari

Selamat datang di Kota Kendari!
17 Juli beberapa jam lagi berlalu, masih tersisa waktu untuk memanjatkan harap dan doa
Perjalanan kali ini memang terasa berbeda, aku berangkat bersama dengan rekan-rekan kerja untuk menghadiri acara pernikahan salah seorang rekan di tempat ku bekerja. Lain rasanya dibandingkan berjalan dengan teman-teman traveler atau pun teman-teman dari komunitas yang pasti akan langsung jelalatan, menjelajah kota Kendari ini :p, Waktu, teman dan perjalanan yang terbatas doesn't mean we can't have fun! Let's having fun then :)


Selamat sore dari langit kendari, yang setia menitikan air hujan
Perjalanan kali ini juga terasa berbeda karena ada dede Uma, yang super menggemaskan dan super nurut! Anak dari teman kuliah ku yang menikah dengan rekan kerja ku :p
Kendari merupakan kota yang dikelilingi oleh teluk dan laut. Salah satu objek wisata yang paling menarik perhatian dan katanya paling indah di sini adalah pulai bokori. Sayangnya karena hari hujan, dan sempitnya waktu luang kami, kami tak bisa ke pulai bokori, dan kami memutuskan untuk menyambangi Pantai Toronipa.

Pantai Toronipa
Tempat istirahat para wisatawan

Nah, perjalanan kali ini aku lebih banyak berburu dan mencicip kuliner, terutama kuliner-kuliner tradisional yang khas dari kota Kendari dan Makassar.

Sinonggi; campuran, sagu, ikan dan sayur bening.
Ikan bumbu woku, rasanya asam pedas
Nasi lemak, semacam nasi uduk
Nasi gurih; nasi ditambah bumbu jahe dan santan
Pallubasa
Ikan bumbu palumara
Selamat melanjutkan perjalanan kembali! Keep moving :)


Waroeng Solo, Tempat Mencicip Kuliner Solo di Jakarta!


 It's Saturday! Time to hang out! Luckily I have food testing invitation in Waroeng Solo, a local restaurant in Kemang, South Jakarta.

Awalnya, ku pikir restauran ini hanya akan menyajikan kuliner jawa khususnya kuliner Solo saja, tapi ternyata tidak! Waroeng Solo serves more than Javanese culinary, surprisingly Waroeng Solo also serves Javanese atmosphere! 

Selamat datang di Waroeng Solo! Suasananya sudah njawani banget :)
Sudah waktunya makan siang nih, aku dan teman-teman sudah merasakan lapar dan ingin segera mencicip kuliner favorit di Waroeng Solo ini, Mulai mencicip hidangan pembuka dulu yuk :D

Sosis Solo

Tahu Kipas
Sosis solo isinya cincangan daging, sedangkan tahu kipas berisi putih telur, udang dan sayur. Sosis solo dan tahu kipas ini memiliki pasangan sambalnya masing-masing. Jika sosis solo bersambal cabai ulek biasa, lain dengan tahu kipas. Sambal tahu kipas, lebih kental dan lebih masam. Di antara dua hidangan pembuka ini, aku lebih suka tahu kipas, kamu harus cobain deh, enak!

Sambal Tahu Kipas

Hidangan pembuka sudah selesai di santap, yuk lanjut icip-icip menu utamanya!
Nasi Gudeg Ayam Suwir
Nasi Liwet Ayam Suwir
Nasi gudeg dan nasi liwet ayam suwir ini makanan khas yang menjadi favorit pengunjung. Sebenarnya aku tidak suka lauk makanan manis, ketika disuguhi nasi gudeg, aku sudah merasa kurang sreg, karena kurasa rasanya pasti manis. Tapi ternyata tidak, rasa gudeg nya tidak terlalu manis, dan masih sesuai dengan selera lidahku :p

Sirloin Steak

Chicken Wings

Chicken Steak

Nah, kalau kamu datang bersama orang yang kurang suka dengan menu tradisionalnya, kamu juga bisa memesan menu Sirloin steak, chicken wings atau pun chicken steak. Di antara tiga menu itu, aku paling suka sirloin steak! Kematangan dan keempukannya pas!

Nah, hidangan penutup dan minuman khasnya ada apa ya?

Serabi Solo
Es Kopyor Durian

Es Timun Selasih
Wedang Sereh
Di antara ketiga minuman itu, aku paling suka es kopyor durian, isinya tape, durian dan kelapa muda. Rasa duriannya manis dan terasa sekali. Buat pecinta durian wajib pesan ini deh! Nah, es timun selasih ini selain berisi timun ada juga jeruk nipis, jadi rasanya lebih segar. Nah yang terakhir, wedang sereh, hampir mirip dengan wedang jahe. Hanya saja wedang ini ditambah dengan batang sereh (serai) ketika dimasak dan disajikan.

Waroeng Solo (Joglo@Kemang)
Jalan Madrasah No. 14
Kemang, DKI Jakarta